 | Category: | Books | | Genre: | Professional & Technical | | Author: | Marion Luna Brem |
KIAT SUKSES DARI SIMPANG JALAN
Kesedihan, kekecewaan, frustasi, dan kemalangan adalah kata-kata yang bersinonim dengan kegagalan. Berbagai ragam kegagalan sangat berpotensi menggumuli kita dalam kehidupan ini, seperti gagal dalam studi, menjalin kasih, membangun keluarga yang bahagia, dan juga gagal-gagal yang lain. Semua itu bisa menimpa siapa saja.
Akan tetapi, seabreg kekurangan dan keterbatasan yang berpotensi menjadi kegagalan di atas tampaknya tidak berlaku bagi seorang Marion Luna Brem. Ibu dua anak yang masih “hijau” ini menderita kanker payudara dan salah satu payudaranya harus diangkat, menderita kanker mulut rahim, dan harus melakukan histerektomi serta kemoterapi yang menyebabkan rambutnya rontok, menjadi single parent, orangtua tunggal, lantaran diceraikan suaminya karena menumpuknya utang, dan pernah divonis oleh seorang dokter bedah bahwa usianya tinggal dua sampai lima tahun saja.
Wanita dengan seransum keterbatasan dan yang selalu memikul segudang penat di pundaknya sendirian ini jutru menjadikan segala keterbatasan menjadi pelecut untuk sukses, baik sukses sebagai pribadi seorang wanita, sukses dalam karir dan juga sukses finansial. Wanita yang menjabat sebagai presiden dan CEO Love Chrysler dan pernah dinobatkan sebagai salah seorang Avon’s Women of Enterprise serta salah seorang pelopor pengusaha di dunia ini meyakini bahwa yang tidak bisa diukur dari setiap pribadi adalah gairah hidup dan nyala api semangat dalam hati. Kedua hal ini merupakan landasan yang memicu keberanian dan merupakan bekal yang harus dimiliki setiap orang yang ingin sukses.
Di dalam buku ini pembaca akan menemukan berbagai strategi untuk menjadi sukses sekaligus diajak bagaimana menemukan pusparagam kelebihan dan kekurangannya sebagai manusia untuk dijadikan pranata meraih kesuksesan. Penulis meyakinkan bahwa setiap individu bisa sukses, termasuk para wanita.
Ketika membaca buku ini, pembaca akan menemukan sebuah perjalanan yang sangat fantastis dari seorang ibu dengan segala keterbatasannya menjalani kehidupannya dari titik yang paling rendah akibat terpaan musibah yang menimpanya. Wanita dengan paras ayu ini berkeyakinan bahwa ia masih punya waktu untuk menapaki kehidupan dengan sisa semangat yang masih bergelora untuk menyambut secercah harapan yang masih ada. Dengan keyakinan yang membaja dan semangat membara, disertai dengan kerja keras dan kejujuran, ia mampu meraih hasil yang luar biasa dari jerih payahnya, yaitu kebebasan finansial, kesuksesan kerja, dan kebahagiaan pribadi. 
| |
|